Sistem Pengawasan Bobrok, Mafia Solar di SPBU Gaperta Diduga Libatkan Oknum Internal


Medan – Praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU 14.201.1110 Jalan Gaperta, Medan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, diduga kuat telah terjadi kongkalikong rapi antara mafia BBM dengan oknum internal SPBU untuk mengeruk keuntungan pribadi dari subsidi rakyat.



Berdasarkan investigasi dan pantauan di lokasi, ditemukan modus operandi yang cukup berani. Sejumlah mobil mewah dan kendaraan pribadi diduga telah dimodifikasi dengan memiliki tangki cadangan tersembunyi di bagian belakang kendaraan.


Tak hanya itu, kendaraan-kendaraan tersebut kedapatan berulang kali kembali ke pompa pengisian dalam waktu singkat. Untuk mengelabui pengawasan (atau sekadar formalitas), oknum sopir diduga kuat mengganti plat nomor kendaraan agar terlihat berbeda setiap kali melakukan pengisian ulang Solar.



Dua unit kendaraan yang paling mencolok dalam aktivitas ini adalah satu unit Toyota Kijang Innova berwarna Cream dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport berwarna Hitam. 


Kedua mobil ini terpantau mondar-mandir masuk ke area SPBU Gaperta seolah memiliki "jalur khusus" untuk menguras stok Solar subsidi.



Langgengnya aksi ini disinyalir bukan tanpa pengamanan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas ilegal ini diduga melibatkan seorang pria berkulit hitam yang diketahui menjabat sebagai Pengawas di SPBU Gaperta 14.201.1110.


Pria tersebut diduga menjadi jembatan koordinasi antara pemilik kendaraan modifikasi dengan pihak operator pompa, sehingga pengisian Solar dalam jumlah besar dan berulang kali dapat berjalan mulus tanpa hambatan administratif maupun hukum di lapangan.




Praktik ini jelas merupakan pelanggaran berat terhadap aturan pendistribusian BBM bersubsidi. Masyarakat mendesak pihak Pertamina Patra Niaga, Polrestabes Medan & Polda Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak dan menindak tegas oknum yang terlibat.

"Jika pengawasnya saja sudah diduga ikut bermain, maka sistem pengawasan internal SPBU tersebut sudah hancur. Ini merugikan masyarakat luas yang benar-benar membutuhkan Solar subsidi," ujar salah satu warga yang resah dengan antrean panjang akibat ulah para pemain solar tersebut.



Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Gaperta 14.201.1110 belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan pengawas dan praktik tangki modifikasi di wilayah mereka.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama